Naik gunung adalah salah satu keinginanku dari pertama lihat film 5cm. hwkwkwkk.... Rasanya ada tantangan yang sekaligus bisa menikmati pemandangan hijau, biru, warna warni di alam. Rasanya segar aja, terhibur dan awet di badan energinya. Itulah kenapa kalau ada hiking di sekolah aku antusias. Yaa meski setelah itu badan rasanya ninu ninu. hahahaa...
Dulu melihat teman-teman bisa naik gunung di usia remaja rasanya aku pun ingin. Namun keinginan itu harus terpendam dahulu bertahun-tahun. Dan bulan September tahun 2025, diawali dengan naik bukit. Pertama kali kembali hiking di gunung pandan dengan ketinggian 897mdpl yang lokasinya di Kabupaten Bojonegoro. Lebih tepatnya perbatasan Bojonegoro - Madiun. Kita hiking lewat jalur Desa Klino. Sebenarnya tujuan awal, hanya mencoba kemampuan diri untuk lancar bernapasnya karena habis kena radang hwkwkwkkwk, masih kuat kakinya kah? Bagaimana pundaknya? Dan alhamdulillah bisa walaupun pertanyaan,"Masih jauh nggak? Ada ujungnya nggak? Bener nggak sih jalannya kok nggak sampai-sampai?" padahal jalannya ya cuma satu hwkwkk...terima kasih Udin yang sudah sabar diajak jalan si amatiran ini. :D
Setelah melewati pos-pos, sempat ada ragu. Mampu nggak ya sampai puncak? mau balik sudah terlanjur setengah jalan, dilanjut rasanya jauh banget. Kaki udah ingin nyerah, tapi hati berkata harus sampe puncak. Eiittsss ini egois, jangan ditiru hwkwkkk... tapi ini di bukit dengan kondisi aman secara jalur, suhu, dan cuaca ya teman-teman, kalau di gunung nanti mana berani. Harus tetap sesuai aturan, manut dengan teman-teman yang sudah berpengalaman serta paham situasi kondisi.
Walaupun bisa menguasai diri saat jalan, dengan pertanyaan absurd, 10 menit berhenti, waahhhh rasanya luar biasa pertama kali jalan di gunung setelah lebih dari 5 tahun nggak hiking sama sekali. Kepala nyut-nyut, panas, kaki rasanya mau copot, napas engap nggak teratur, detak jantung sampe kedengar di telinga cepet banget, 'dah-lah seru. Alhasil mencari patahan kayu untuk menopang badan pengganti trackingpole hahaha...sekali lagi, ini masih bukit, tapi mohon harap maklumlah untuk pemula. hwkwkkk
Seperti namanya gunung pandan, maka di atas juga ada area pandan yang banyak banget, sampe seperti jadi lorong, gelap. Kemudian melewati tebing-tebing yang jalan setapaknya hanya 50 cm-an lebarnya tapi pemandangan lumayan bagus, hanya saja karena udaranya panas jadi silau dimata. Akhirnya sampailah di lintasan landai dan gelap dengan pohon besar yang dililit oleh kain putih kotak-kotak hitam seperti di bali plus area yang mungkin sengaja diberi batas agar tidak dilewati. Sebuah kearifan yang harus dijaga dan dihormati.
Menurutku, hal tersebut memiliki maksud yang baik. Bukan untuk menakut-nakuti tapi agar orang yang melintas paham, bahwasannya pohon yang dipakaikan kain tidak boleh disentuh atau bahkan ditebang. Pohon tersebut merupakan salah satu yang memberikan manfaat untuk memelihara sumber air bagi kehidupan di kaki gunung, mengurangi karbon sehingga polusi bisa diredam dan udara bisa bersiklus dengan semestinya. Semoga lebih banyak manusia yang sadar untuk menjaga alam tidak mudah terprovokasi dengan isu SARA .
Kembali ke perjalanan, yang akhirnya sampai puncak, dan ternyata dipuncaknya itu vegetasi masih lebat. Puncaknya bukan kategori puncak yang terbuka, namun sepertinya tempat untuk ritual oleh warga sekitar atau orang tertentu. Sejenak istirahat sambil melihat-lihat, serta ditemani suara gangsir yang semakin keras dan pekak ditelinga. Sebenarnya syahdu dengan suhu udara yang lumayan adem. Oiya, perlu diketahui teman-teman. Ada beberapa jalur yang bisa dilalui untuk ke gunung Pandan yaitu jalur Watu Bayang di Saradan Madiun/Nganjuk, jalur Banyu Kuning Desa Krodonan-Bojonegoro, dan jalur Desa Klino-Bojonegoro. Yang pasti pemandangan dan kondisi jalannya akan berbeda, serta beda jalur beda pula puncaknya.
Di puncak gunung Pandan, sekitar 15-25 menit kami rasa cukup. Kita turun sekitar pukul 13.15, jalan turun akan lebih seru dan cepat daripada naik kaan??? kakiku berasa enteng aja turunnya hwkwkwkwkk
Sambil mendengarkan curhatan Udin, nggak sampai satu jam kita sudah ada di tempat parkir sepeda motor. Bersih - bersih, ke toilet, dan langsung perjalanan pulang. Hampir salah jalan tapi bisa kembali dengan selamat kok. Di perjalanan turun, makanan yang ingin aku makan adalah soto. Sampai di Kecamatan Kalitidu ternyata ada penjual soto. Waaahhh sedapnyooooo....lama nggak makan dengan lahap setelah hiking. Rasanya uuuwweeeennnak....hwkwkwkkwk
Sampai di rumah pukul 16.45 tepat. Lumayan nyeri kakiku karena lama nggak hiking, sepertinya lain
waktu kita coba lagi. Mau berpetualang kenama berikutnya? Kita lihat huru hara teman dan para suhu pendakian yang sudah mengajak naik gunung. Bismillah mari kita latihan fisik dengan baik, supaya tetap siap diajak naik gunung sewaktu - waktu. Sampai ketemu di cerita selanjutnya, terima kasih sudah membaca.
waktu kita coba lagi. Mau berpetualang kenama berikutnya? Kita lihat huru hara teman dan para suhu pendakian yang sudah mengajak naik gunung. Bismillah mari kita latihan fisik dengan baik, supaya tetap siap diajak naik gunung sewaktu - waktu. Sampai ketemu di cerita selanjutnya, terima kasih sudah membaca.

Komentar
Posting Komentar