Langsung ke konten utama

Rapelan Aksara Syukur

 Juni 2025

Selamat, sejahtera, dan bahagia diriku....

Lama nggak njenguk tulisanku, beberapa minggu ini ingin nulis, nyusun aktivitas tapi nggak dikerjakan juga. hahaa

Bulan juni yang identik dengan hujan di bulan Juni seperti puisi Sapardi Djoko Damono, kali ini benar walaupun musim kemarau tapi kemarau basah kata BMKG. Terima kasih sudah bertahan sampai bulan ini, bertahanlah selalu kedepannya. Dalam keadaan apapun berjuang dan bertahan mungkin kata yang tepat untuk saat ini. Walaupun nggak sesuai seperti yang diinginkan, tetaplah bersyukur menjalankan segala sesuatunya dengan sepenuh hati.

Mari sehat selalu, berupaya untuk tetap bersyukuur dengan tetap sehat. 

4 September 2025

Alhamdulillah sudah baik - baik saja ini hidung setelah bulan Juni diperiksakan. Teng kiyu yang sudah berkenan diajak wira wiri priksa sambil menikmati liburan semester genap  2025 yang seperti tidak libur. Selain radang menerpa yang hasilnya harus mengurangi pedas dan asam, pun sepertinya juga manis, layar laptop pun mengusulkan diri untuk diperbaiki. heheheee tapi alhamdulillah bisa diperbaiki. Sambil menunggu diperbaiki, cerita tentang kehidupan berasa tak akan pernah ada habisnya untuk diceritakan dan untuk dipelajari. Terima kasih teman cerita yang kadang ngereog bareng. hahahaa coba moommy baca tulisan ini pasti dibilang lebay... hahahahaa

Ingin aku ucapkan terima kasih sudah menjadi teman, saudara, kakak yang somplaknya nggak pernah ada habisnya. Dari kecil aku ingin punya kakak, alhamdulillah ada, walaupun kadang beda pendapat. Sehat, sejahtera, dan bahagia selalu mooooommmm...dan tetaplah waras!

Seperti aku yang tetap waras menjaga tulisan ini hingga bulan November :D ya begitulah memang belum bisa konsisten. Yang pasti tetap aku selesaikan. Dan ada cerita dibalik  aku buka kembali halaman blog ini. Lanjut di cerita selanjutnya ya. 

Sekian coretan caturwulan yang nggak tau apa isinya....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jatirogo, 04 Mei 2024 Ketika aku merasa kehilangan aku. Merasa kehilangan rutinitas membuat jurnal harian, aku lebih sering bicara dengan keras dan kasar, jarang bisa membuat kalimat yang baik dan efektif saat berkirim pesan ataupun berbicara, kini mudah marah, nggak sabaran, kurang literasi, bicara sembarangan.  Jadi inginku sampai saat ini: mutasi ke tempat kerja yang bisa membuat aku lebih berkembang, seimbang antara jasmani dan rohani. Ada waktunya aku kerja sebagai guru, ada kalanya aku jadi teman anak -anak Kadang aku juga rindu mendengarkan musik gamelan anak - anak, tingkah anak - anak yang haus diajari untuk menjadi pemimpin yang baik, perilaku ketika menjalankan tugas ketika ada kegiatan. Tingkah manjanya tapi bertanggungjawab, kangen melihat mereka yang aktif tapi tengil, mereka yang diam tapi bertalenta, mereka yang diam - diam punya power, bahkan diskusi cerdas dengan mereka.  Aku juga rindu debat nggak jelas dengan mereka tapi nyambung. Melihat kekonyolan mereka ...

Mengembalikan Kesehatan Mental

Lagu almarhum Chrisye menemani sarapan kali ini. Bapak sih yang sengaja puter radio terus kebetulan yang lagi di play lagu syahdu lilin-lilin kecil. Lagunya sedikit menimang hawa, sampai aku menunggu tiap liriknya untuk dipindai dalam batin. hahaha dalam nggak???  Lain dengan syahdu lagu tadi, beberapa hari ini aku berusaha menata hati. Bukan karena disakiti tapi berusaha mengembalikan power dalam diriku sendiri aja. Kalau kalian yang udah kerja pasti pernah merasakan moment pengen suatu waktu istirahat tanpa kepikiran kerjaan, menikmati waktu dengan kegiatan biasa yang nggak mengikat sama sekali, dan tenang.  Tapi nggak ada orang kerja yang nggak punya beban. Mau dia pengusaha kaya sekalipun. Nggak ada lingkungan kerja yang nggak menuntut seseorang untuk sebuah target. Bahkan lingkungan kerja yang kita buat sendiri saja punya target. Apalagi kalau lingkungan kerja itu milik banyak orang, udah pasti banyak hal yang ingin dicapai dari setiap kepala.  Nah, sekarang kalau a...

Kembali Membuka Blog

Bagaimana halaman blog ku bisa kubuka kembali? Mulanya, aku menghadiri undangan workshop yang diadakan oleh sebuah organisasi yang berisi profesiku, walaupun aku bukan bagian dari mereka. Namun karena bekerja sama dengan naungan instansiku dan aku diminta untuk hadir oleh atasan, maka berangkatlah saya.  Singkat cerita, aku duduk di barisan kursi nomor dua dari belakang, satu jam lamanya beliau-beliau yang di depan diperkenalkan dan gantian memberikan sambutan. Membuatku sedikit bosan dan makanan ringan dari panitia hampir habis di wadahku. Mulai dari irisan puding yang bangian tengah ada rotinya, arem - arem, talam singkong, kroket kentang, donat, dan hanya risol yang tersisa. :D  AC berasa meniup kaki dan badanku sebelah kiri. Mencoba bersandar seperti duduknya anggota dewan saat rapat, ternyata tak membuatku nyaman. Malah semakin pusing. Entah aku yang tidak nyaman atau  memang   ndeso? Kantuk mulai menghampiri, kursi dewan yang kududuki pun kuputar-putar ke kanan...