Langsung ke konten utama

Akan Ada Waktunya untuk Kembali



Vibesnya orang itu mungkin berfase tergantung keadaannya. kalau lagi fase berjuang dan nggak ingin interaksi dengan siapapun,mau orang serame apapun pasti nggak ngefek. Grup teman SMA, teman kuliah, masa bodo!!! Hahhaha kita ada yang samaan nggak sih???? 

Secuil hal yang pernah aku lakukan dan membuatku nyaman. mau dibilang tertutup nggak masalah, yang pasti aku tau waktu untuk membuka diri dan hati. Cielah pake hati lagi...hwkwkwkk 

Ngomong-ngomong hari ini,ternyata siang tadi hujan, biasanya kalau hujan aku sering ada sesuatu yang aku pikirkan dan kadang berubah jadi do'a dengan sendirinya di hati. Tapi tidak kali ini, di otakku hanya ingin segera pulang dan makan sesuatu yang bisa menguatkan jiwa raga ini. Entah itu kebiasaan adaptasiku yang lama dengan lingkungan baru atau memang hatiku yang nggak respek. Entahlah!!! 

Harapanku, suatu hari nanti ada jalan untukku bisa kembali kerja di dekat rumah. Biar nggak terlalu jauh dan bisa ngurusin rumah dengan teratur. Bukan nggak bersyukur, cuma ingin bisa bagi waktu dengan enjoy, nggak habis diperjalanan. Misal di sekolah anak-anak sudah waktunya pulang dan kebetulan nggak ada yang harus dikerjakan atau lembur aku bisa pulang. Masalah presensi nanti bisa balik lagi soalnya dekat. Kalau di tempat kerja yang sekarang mana bisa, harus nunggu sampai jam dinas selesai. 

Mungkin cuma aku yang begitukah? Apa memang aku yang terlalu overthinking,khawatir, atau punya gangguan kecemasan???? aku garis bawahi di sini, tentang gangguan kecemasan yang aku alami kadang berlebihan. Nggak semua orang bisa melewati hal ini dengan baik. Mereka butuh support sistem untuk bisa menguatkan hati dan diri. Sampai pernah aku hanya ingin mendengar kalimat motivasi dari siapapun agar aku tetap berada dalam pikiran positif thinking dan nggak lupa dengan realita yang hari ini ada. Berlebihan nggak sih, ketika suatu hal yang kita dapatkan nggak sesuai dengan yang kita harapkan? tapi aku paham setiap orang punya tingkat emosional yang berbeda termasuk gangguan kecemasan.

Selama gangguan kecemasan beberapa bulan ini, akhirnya aku belajar tentang rasa kecewa dengan diri sendiri, penerimaan, dan ikhlas. Kecewa karena harus dapat tempat kerja yang agak berbeda dari sebelumnya. Penerimaan, ini adalah kenyataan yang harus dijalankan hingga tuntas waktunya. walau pun harus mulai dari awal dengan cara kerja, lingkungan, pandangan tujuan, dan masih banyak lagi. Ikhlas, rasa yang harus ada, karena keputusan ini telah dibuat. 

Kalian tahu, detik dimana aku menyelesaikan tulisan ini, aku masih ingat dan merasa hangat dengan  tiga rasa di atas. Aku ingin berontak juga percuma. Mau marah, toh ini sudah jadi pilihan dan banyak yang aku korbankan(waktu, tenaga, pikiran, mental). Pilihannya hanya satu, "JALANI DENGAN IKHLAS". Hwkwkwkwkwk jadi ingin nangis. Napasku tertarik panjang kalau ingat rentetan dari awal hingga sekarang. Terlepas dari semua itu, ada yang membuatku bisa bertahan. Ada yang harus aku perjuangkan dengan memilih semua ini. Dan sudah aku pilih. Kalimat yang membuatku bertahan,"Peraturan bisa berubah, akan ada waktunya untuk kembali." Well, apapun itu harus dinikmati, aku yakin kalau semua akan ada waktunya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jatirogo, 04 Mei 2024 Ketika aku merasa kehilangan aku. Merasa kehilangan rutinitas membuat jurnal harian, aku lebih sering bicara dengan keras dan kasar, jarang bisa membuat kalimat yang baik dan efektif saat berkirim pesan ataupun berbicara, kini mudah marah, nggak sabaran, kurang literasi, bicara sembarangan.  Jadi inginku sampai saat ini: mutasi ke tempat kerja yang bisa membuat aku lebih berkembang, seimbang antara jasmani dan rohani. Ada waktunya aku kerja sebagai guru, ada kalanya aku jadi teman anak -anak Kadang aku juga rindu mendengarkan musik gamelan anak - anak, tingkah anak - anak yang haus diajari untuk menjadi pemimpin yang baik, perilaku ketika menjalankan tugas ketika ada kegiatan. Tingkah manjanya tapi bertanggungjawab, kangen melihat mereka yang aktif tapi tengil, mereka yang diam tapi bertalenta, mereka yang diam - diam punya power, bahkan diskusi cerdas dengan mereka.  Aku juga rindu debat nggak jelas dengan mereka tapi nyambung. Melihat kekonyolan mereka ...

Mengembalikan Kesehatan Mental

Lagu almarhum Chrisye menemani sarapan kali ini. Bapak sih yang sengaja puter radio terus kebetulan yang lagi di play lagu syahdu lilin-lilin kecil. Lagunya sedikit menimang hawa, sampai aku menunggu tiap liriknya untuk dipindai dalam batin. hahaha dalam nggak???  Lain dengan syahdu lagu tadi, beberapa hari ini aku berusaha menata hati. Bukan karena disakiti tapi berusaha mengembalikan power dalam diriku sendiri aja. Kalau kalian yang udah kerja pasti pernah merasakan moment pengen suatu waktu istirahat tanpa kepikiran kerjaan, menikmati waktu dengan kegiatan biasa yang nggak mengikat sama sekali, dan tenang.  Tapi nggak ada orang kerja yang nggak punya beban. Mau dia pengusaha kaya sekalipun. Nggak ada lingkungan kerja yang nggak menuntut seseorang untuk sebuah target. Bahkan lingkungan kerja yang kita buat sendiri saja punya target. Apalagi kalau lingkungan kerja itu milik banyak orang, udah pasti banyak hal yang ingin dicapai dari setiap kepala.  Nah, sekarang kalau a...

Kembali Membuka Blog

Bagaimana halaman blog ku bisa kubuka kembali? Mulanya, aku menghadiri undangan workshop yang diadakan oleh sebuah organisasi yang berisi profesiku, walaupun aku bukan bagian dari mereka. Namun karena bekerja sama dengan naungan instansiku dan aku diminta untuk hadir oleh atasan, maka berangkatlah saya.  Singkat cerita, aku duduk di barisan kursi nomor dua dari belakang, satu jam lamanya beliau-beliau yang di depan diperkenalkan dan gantian memberikan sambutan. Membuatku sedikit bosan dan makanan ringan dari panitia hampir habis di wadahku. Mulai dari irisan puding yang bangian tengah ada rotinya, arem - arem, talam singkong, kroket kentang, donat, dan hanya risol yang tersisa. :D  AC berasa meniup kaki dan badanku sebelah kiri. Mencoba bersandar seperti duduknya anggota dewan saat rapat, ternyata tak membuatku nyaman. Malah semakin pusing. Entah aku yang tidak nyaman atau  memang   ndeso? Kantuk mulai menghampiri, kursi dewan yang kududuki pun kuputar-putar ke kanan...